harjad bjb idul ftr 1445 PB
harjad bjb idul ftr PB

Banjarbaru jadi Ibu Kota Kalsel, Simak Masukan dari Pengamat Sosial Budaya

waktu baca 2 menit
Minggu, 2 Okt 2022 11:39 0 181 Fikri Noor

POJOKBANUA, BANJARBARU – Banjarbaru secara resmi menjadi Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Hal ini dikuatkan dengan ditolaknya seluruh gugatan terhadap UU Nomor 8 Tahun 2022 tentang Provinsi Kalsel. Pada Pasal 4 disebutkan, Ibu Kota Kalsel berkedudukan di Banjarbaru.

Idul Fitri (1)
harjad bjb - m ikhsan
harjad bjb - gt manggis
harjad bjb - t baskoro
harjad bjb - rsd idaman
IMG-20240420-WA0002
IMG-20240420-WA0007

Tentunya, dengan disematkannya status tersebut, membuat wilayah yang berjulukan “Kota Idaman” itu semakin banyak menghadapi tantangan.

Pengamat Sosial Budaya Banjarbaru, HE Benyamine mengatakan, secara historis, Banjarbaru memang dirancang sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimatan di era tahun 1950-an.

“Dalam penataan kota, diperlukan sinergi dengan Pemprov Kalsel dalam hal ini Gubernur Kalsel. Utamanya dalam beberapa hal,” kata Bang Ben, sapaan akrabnya, saat ditemui di Mingguraya Banjarbaru, Jumat (30/9/2022) malam.

Bang Ben mencontohkan, permasalahan banjir yang belum berkesudahan di Kota Idaman, harus dilihat kembali pokok permasalahannya. Sebab, banjir yang kerap kali menggenang di sebagian titik di Banjarbaru berhubungan dengan jalan yang dikelola baik oleh Pemerintah Pusat maupun Pemprov Kalsel itu sendiri.

Dari sisi demografi, Bang Ben berharap Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru dapat menjaga kerukunan di masyarakatnya. Apalagi, masyarakat di Banjarbaru yang memiliki keberagaman latar belakang suku, agama maupun budaya yang dianut.

“Karena ini adalah bagian dari sejarah yang tak bisa dilepaskan oleh Banjarbaru. Karena orang yang berdatangan ke Banjarbaru itu, sampai Banjarbaru itu mendapat julukan “Mini Indonesia”,” jelas Bang Ben.

Secara tidak langsung, keberagaman masyarakat harus dibarengi dengan ketersediaan tempat ibadah bagi setiap agama yang dianut masyarakat Banjarbaru. Kendati di Banjarbaru, telah terdapat tempat ibadah seperti masjid, gereja hingga pura.

“Harus dibuatkan perencanaan yang lebih matang lagi, supaya tidak terjadi gesekan,” lugas Bang Ben.

Masih dari sisi demografi, gaya hidup masyarakat Banjarbaru cenderung kosmopolitan. Artinya, memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas.

“Masyarakat (Banjarbaru) itu cenderung urban, yang mempunyai kebebasan dan tanggung jawab yang berhubungan dengan bagaimana sebuah kota itu menjadi lebih baik,” tutup Bang Ben. (FN/KW)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

PENJUALAN ROKOK BATANGAN
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221225-WA0006
IMG-20221227-WA0005
2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221229-WA0030
IMG-20221228-WA0020
TIPS AMANKAN DATA

Member JMSI

Network

LAINNYA