iklan di pojokbanua

Baliho Caleg pada Menara Masjid di Kabupaten Banjar Akhirnya Dilepas

waktu baca 2 menit
Jumat, 8 Des 2023 07:32 0 Wahyu Firdha

POJOKBANUA, MARTAPURA – Belakangan ini baliho calon legislatif (caleg) yang dipasang di menara Masjid Jami Karamat, tepatnya Desa Kalampayan Tengah, Astambul, Kabupaten Banjar viral di media sosial (medsos). Beruntung, tak berlangsung lama, akhirnya baliho itu kini sudah dilepas.

IMG-20240616-WA0002

Saat dikonfirmasi, Kordiv Penanganan Pelanggaran Bawaslu Banjar, Wahyu mengatakan, jajaran Panwascam Astambul telah melakukan koordinasi dengan pihak Camat Astambul dan kepala desa terkait baliho yang terpasang di menara tersebut, Kamis (7/12/2023) kemarin.

“Kita mau memastikan terlebih dahulu, siapa yang memasang spanduk tersebut. Kebetulan, tadi yang memasang spanduk tersebut tidak berada di tempat,” ujarnya saat dihubungi pojokbanua.com via WhatsApp.

Mengenai penempatan, berdasarkan Pasal 71 ayat (1) huruf a PKPU 15 Tahun 2023 jo PKPU 20 Tahun 2023 tentang Kampanye Pemilu disebut larangan pemasangan alat peraga kampanye (APK) Pemilu di tempat umum, khususnya tempat ibadah.

“Kita pastikan kembali, apakah pemasangan spanduk tersebut terdapat izin tertulis dari pengelola masjid atau makam,” bebernya.

Menurutnya, di dalam aturan Perbawaslu 11 Tahun 2023, pihaknya diminta untuk memastikan peserta Pemilu untuk menempatkan atau memasang APK di tempat yang tidak dilarang.

“Apabila penempatan alat peraga kampanye di tempat yang dilarang, upaya yang kami lakukan adalah meminta kepada pemilik atau yang memasang untuk memindah ke tempat yang sudah ditentukan atau tidak dilarang,” ungkapnya.

Apabila tidak mengindahkan, pihaknya dapat menjadikan sebagai temuan dugaan pelanggaran. “Apabila terbukti melanggar, sanksi yang diberikan bisa berupa sanksi administrasi,” lanjutnya.

Adapun, sebagaimana Peraturan Bupati (Perbup) Banjar Nomor 45 Tahun 2023 tentang pengaturan alat peraga kampanye, pemasangan alat peraga kampanye oleh calon peserta dan/atau pendukungnya yang tidak sesuai peraturan akan dikenai sanksi administratif, baik berupa teguran tertulis dan/atau penurunan/pelepasan/pencabutan/penertiban dan/atau pembongkaran alat peraga kampanye berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah daerah.

“Sudah dilepas (sekarang) oleh pihak yang memasang (baliho),” imbuhnya.

Dicopotnya baliho itu, setelah diberi saran secara lisan oleh jajaran Panwascam Astambul sebagai bentuk pencegahan atau preventif agar tidak terjadi potensi pelanggaran berulang.

“Jika saran perbaikan tidak dilaksanakan, maka kami akan mencatat sebagai temuan dugaan pelanggaran pemilu,” tuturnya.

Kemudian, jika setelah dirapatkan pleno, ternyata ditemukan unsur pelanggaran maka akan direkomendasikan kepada pihak berwenang untuk dilaksanakan penindakan dari Satpol PP Kabupaten Banjar.

“Karena sudah dicopot, baliho di tempat yang dilarang itu sudah selesai, tidak ada proses selanjutnya lagi,” pungkasnya. (WF/KW)

Editor: Yuliandri Kusuma Wardani

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221227-WA0005
IMG-20221229-WA0030
IMG-20221225-WA0006
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
2. Infografis sosmed 10 penyakit
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221228-WA0020

Member JMSI

Network

LAINNYA