iklan di pojokbanua

Audiensi Belum Buahkan Hasil, DPRD Banjarbaru Rekomendasikan Peternak Babi Diberi Waktu Delapan Bulan

waktu baca 3 menit
Selasa, 4 Jun 2024 20:40 0 Fikri Noor

POJOKBANUA, BANJARBARU – Polemik keberadaan kandang babi dekat Kampus UIN Antasari di Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin rupanya sampai ke telinga legislator di DPRD Banjarbaru.

IMG-20240616-WA0002

Hal ini terlihat saat audiensi antara unsur pimpinan, Komisi I dan Komisi III DPRD Banjarbaru dengan lima orang perwakilan peternak babi dalam rapat di Ruang Yakut Baru DPRD Banjarbaru, Selasa (4/6/2024) sore. Audiensi juga dihadiri oleh perwakilan Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarbaru.

Sayangnya, audiensi ini belum membuahkan hasil apapun. Pasalnya, Kepala Satpol PP dan Kepala DLH Banjarbaru yang telah diundang DPRD Banjarbaru tidak berhadir dalam audiensi ini.

“Yang diundang ini pimpinan SKPD yaitu Kepala Satpol PP dan Kepala DLH. Karena memang berhalangan (hadir), saya bersyukur anak buahnya mewakili,” ujar Ketua DPRD Banjarbaru, Fadliansyah Akbar usai rapat.

Politikus Partai Gerindra ini menerangkan, audiensi ini merupakan upaya DPRD Banjarbaru secara kelembagaan, untuk memperjuangkan hak-hak warga terutama peternak babi. Fadli, sapaan akrabnya mengakui, kandang ternak babi terlebih dahulu berdiri,

“(Namun) karena ketidakcocokan rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan mereka merasa sudah lama berada, otomatis butuh keadilan. Hasil audiensi, mereka bersedia pindah asal diberi waktu sampai Desember 2025, karena harus mempersiapkan semuanya,” jelasnya.

Ketua Komisi I DPRD Banjarbaru, Ir. Takyin Baskoro yang hadir dalam audiensi ini menuturkan, dari hasil audiensi, diambil jalan tengah. Yakni toleransi waktu yang diberikan delapan bulan, dan menjadi rekomendasi dari DPRD Banjarbaru kepada Pemko Banjarbaru.

“Komisi I dan III ini merekomendasikan kepada Pemko agar diberikan waktu delapan bulan untuk mereka semua (peternak babi, red) melakukan relokasi ternaknya, berdasarkan argumen nasional dari peserta rapat yang kita mintai pendapat satu per satu. Di mana mayoritas memberikan arugmen rasional selama delapan bulan,” jelas Baskoro.

Argumen rasional yang dimaksud politikus Partai Nasdem, karena relokasi ternak perlu proses. Seperti proses penjualan ternak babi yang ada, mencari lahan baru, biaya pembongkaran disertai pembangunan kandang baru dan mengurus perizinan baru di tempat yang baru.

Baskoro menyebut, waktu tiga bulan yang diberikan Satpol PP Banjarbaru tidak cukup dan dinilai membebani peternak. Ia memastikan, jajaran Komisi I mengawal proses ini, jika Pemko Banjarbaru bersikeras tetap hanya memberikan waktu tiga bulan bagi peternak untuk angkat kaki.

“Komisi I (akan) melanjutkan fasilitasi dan membuka sesi rapat yang baru untuk mendampingi mereka (peternak babi, red) agar betul-betul bisa pindah dengan sebaik-baiknya. Karena mereka sudah memiliki itikad baik, tidak menolak relokasi (itu) perlu diberi satu penghormatan,” cetusnya.

Kendati belum membuahkan hasil, salah satu peternak babi, Tony Adrian menyambut baik rekomendasi dari DPRD Banjarbaru untuk memberikan waktu delapan bulan untuk peternak babi merelokasi kandangnya. Karena, waktu tiga bulan yang diberikan masih belum diterima oleh dirinya dan peternak babi lainnya.

“Walau belum ada keputusan dari Wali Kota, kami sudah terima kasih kepada DPRD bahwa mereka sudah antusias untuk kepentingan kita bersama,” lugasnya. (FN)

Editor: Gusti Fikri Izzudin Noor

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221225-WA0006
IMG-20221227-WA0005
TIPS AMANKAN DATA
2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221228-WA0020
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221229-WA0030
1. Infografis sosmed 10 penyakit

Member JMSI

Network

LAINNYA