iklan di pojokbanua

Akses Vital Putus Berkali-kali, Warga Alat HST Kembali Pakai Jembatan Harapan

waktu baca 2 menit
Minggu, 7 Jan 2024 14:30 0 Muhammad Hidayatullah

POJOKBANUA, BARABAI – Jembatan darurat yang biasa digunakan warga sebagai akses utama Desa Alat, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) sudah mengalami putus sebanyak 16 kali akibat diterjang banjir.

IMG-20240616-WA0002

Kini, warga setempat kembali menggunakan Jembatan Harapan yang dibuat Tim Ekspedisi Jembatan Gantung Vertical Rescue Indonesia berkolaborasi dengan Yayasan Ruang Pelita Kalimantan dan Kitabisa.com yang lokasinya tidak jauh dari jembatan darurat tersebut.

Semenjak diterjang banjir bandang Januari 2021 lalu, kondisi air Sungai Alat seringkali tak terkontrol. Karena jembatan darurat yang dibuat warga tidak terlalu tinggi, air bah sering menghantam jembatan itu hingga 16 kali putus terbawa arus deras air.

Sekretaris Desa Alat, Hijri mengatakan, jembatan darurat tersebut merupakan akses terdekat warga untuk menyeberang. Sehingga, selalu diperbaiki warga karena memang aksesnya sangat vital.

Selain jembatan darurat tersebut, ada tiga akses lain warga bisa menyeberang. Di antaranya, menggunakan Jembatan Harapan yang dibuat Tim Vertical Rescue Indonesia yang berada di Desa Alat RT.03 dan akses memutar lewat Desa Murung yang tentunya lebih jauh. Serta, jembatan gantung di Desa Alat RT.05 yang juga lebih jauh.

“Saat ini, yang paling dekat warga untuk menyeberang menggunakan Jembatan Harapan yang dibuat Vertical Rescue Indonesia itu hanya bisa dilewati roda dua. Meski lebih tinggi dan bergoyang, tapi lebih aman dari terjangan banjir jembatan,” jelasnya, Sabtu (6/1/2024) kemarin.

Hijri mengatakan, untuk jembatan darurat memang ada diperbaiki warga. Namun, hanya bisa dilalui untuk akses berjalan kaki saja. Berharap, jembatan permanen segera bisa diselesaikan pengerjaannya. Agar kegiatan ekonomi dan aktivitas masyarakat bisa berjalan dengan lancar.

“Mudah-mudahan, jembatan permanen yang seperti dulu bisa dilewati roda empat dan segera diselesaikan. Supaya akses masyarakat bisa lancar kembali,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) HST, H Syahidin menerangkan, pengerjaan jembatan permanen target paling lambat 50 hari. Diberi kesempatan menyelesaikan setelah berakhir kontrak pada 31 Desember 2023 lalu.

“Karena material jembatan sudah datang semua, perhitungan (progres) sudah di atas 70 persen,” jelasnya.

Adapun anggaran jembatan permanen dengan konstruksi baja tersebut mencapai Rp6,9 miliar dan mulai dikerjakan sejak 5 Juli 2023 lalu. (MH/KW)

Editor: Yuliandri Kusuma Wardani

Muhammad Hidayatullah

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221227-WA0005
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221229-WA0030
IMG-20221228-WA0020
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221225-WA0006
2. Infografis sosmed 10 penyakit
PENJUALAN ROKOK BATANGAN

Member JMSI

Network

LAINNYA